Bahasa Sang Kucing Mengong-ngeong di Asramaku


Saat sedang dikamar lagi berlajar, terdengar suara kucing ngeong-ngeong. Suaranya terdengar iramanya makin sering. Pertama terdengar aku berpikir bahwa kucing  (猫=mao) itu ada yang punya. Tapi makin lama makin nyaring suaranya dan semakin mendekat dengan kamarku. Aku buka pintu dan terlihat seekor kucing berwarna agak gelap berlari menjauhiku sambil mengeong. Dan tidak jauhdari kamarku tampak  ada orang menjenguk kearah kucing dari pintunya. Aku tinggal di asrama gedung bertingkat 7,semua kamar dan ditengah itu ada lorong.Lorong itu kiri kanan kamar dan kamar aku  dilantai 6..

Aku berpikir, sikucing ini tersesat dan langsung berpikir sendiri kita manusia tersesat begitu susah apalagi binatang seperti kucing. Akhirnya aku putuskan dengan ragu-ragu untuk mengeluarkan kucing tersebut dari asrama. Ragu-ragu karena cara mengeluarinnya,salah-salah aku bisa dicakar pula. Akhirnya punya ide, aku rayu dengan makanan dan ku ambillah sepotong biskuit Khong Guan dan terus berajak keluar kamar.

Waktu aju keluarkamar, kucingnya sudah gak nampak lagi, aku terus berjalan mencari dan saat ditangga aku lihat kucingnya sudah merasuk rapat kesudut besi  jendela kaca tangga. Aku pancing dengan makan agar mengikutiku untuk turun tangga. Tapi kucing tersebut tidak beranjak sedikitpun. Akhirnya berdasarkan ilmu dikampungku waktu kecil, kupengang kucing di kuduknya ku tarik keluar dan kulihat kucing tersebut tidak melawan.  Terus aku beranikan pegang dibadannya dengan dua tangan dan mulai turun tangga. Sangat hati-hati menurunkan termasuk memperkirakan semua keamanan kucing dan diri sendiri. Setiap 2 lantai aku berhenti, sambil memperhatikan gerak-gerik kucing, tenang atau marah sang kucing.

Ketika sampai lantai 1 dan sudah tampak pohon dan taman halaman asrama, aku coba lepas kucing karena  gerakan terasa lebih agresif dibandingkan saat turun dari lantai 6 . Kucing tersebut terus berlari ke arah pohon dan halaman asrama, tapi terhalang oleh kaca. Aku baru paham dia ingin keluar, dan langsung ku pegang lagi aku bawa sampai dipintu keluar. Setelah aku keluarkan kucing tersebut langsung berlari ke halaman asrama, senang sekali sampai lupa bilang terimakasih.

Kucing tersebut sangat mengingatkan aku disini, kadang ketika memerlukan sesuatu sama orang, tapi tidak tau cara  mengatakannya. Karena bahasa cinaku sangat kurang, hanya gerakan tangan atau bahasa badan yang bisa aku lakukan,dengan senyuman. Sedangkan kucing hanya dengan mengeong Smile.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s