Sharing Pengetahuan Islam dan Budaya di Mesjid Huxi


Sabtu sekitar jam 11 dari Jiading Kampus ke Mesjid Huxi dengan menggunakan subway. Butuh waktu sekitar 1 jam menuju ke sana dengan menggunakan Subway line 11, lagu ganti ke Subway line 3,4 di Caoyang Road dan Turun di Zhengping Rood line 3,4,7. Lalu dari Statiun Zhengping Road tersebut jalan kaki sekitar 15 menit ke Mesjid Huxi. Sesampai disana, sekitar jam 12 lewat, terlihat sekitar 10 an lebih anak-anak lagi bermain di halaman mesjid. Mereka anak muslim yang berdomisili di Shanghai dan sekitarnya. Umuran mereka sekitar umuruan anak SD di Indonesia.

Setelah shalat dhuhur bersama kawan-kawan menuju ke lantai atas untuk seperti biasanya belajar tentang Islam dan Budaya serta sejarah Islam di China. Pengajarnya adalah Imam Bai Besar Mesjid Huxi Shanghai,seorang ulama yang terkenal di China. Beliau mengajar AlQuran, serta menjelaskan kandungannya dan seringkali menghubungkan sejarah di Arab,Eropah,China kadang seluruh dunia. Disamping itu juga mengaitkan fenomena dengan ilmu pengetahuan alam yang memudahkan pemahaman bagi kita yang mengikutinya.

Hari ini Bai Iman tidak hadir, karena beliau tiba-tiba harus ke Ningxia. Supaya pengajian ini tetap berjalan dan kawan-kawan sudah banyak yang datang, akhirnya digantikan dengan Sharing Pengetahuan yang disampaikan oleh kawan-kawan yang telah diamanahkan oleh Bai Imam.

Materi disampaikan oleh 3 orang dengan topik yang berbeda. Topik yang menarik disampaikan oleh salah satu kawan yang baru jadi Muslim adalah tentang kedudukan perempuan didalam Budaya Barat,China,Arab dan Islam. Penyampaiannya sangat menarik, tapi sedikit susah memahami karena keterbatasan aku dalam memahami bahasa mandarin. Dari bahasan tersebut disebutkan bahwa di dalam Islam dikenal 4 perempuan yang bisa dijadikan teladan kaum muslimim yaitu Asiyah,Maryam, Khadijah dan Fatimah.

Disamping materi tetang kedudukan tetang perempuan ada juga materi yang lain yaitu tentang berakhlak dengan rujukan Alquran,tentang hijrah ke Shanghai yang membawa banyak perubahan sehingga saat kembali ke kampung halaman untuk membuat perubahan yang lebih baik.

Setelah belajar, kami menikmati Teh Hitam (红茶)yang di bawa salah seorang kawan. Satu sanset bisa minum beberapa orang dan beberapa sanset di kasih ke aku karena ini sengaja dibawa khusus untuk bisa aku tau bagaimana rasa sebenarnya  Teh  Hitam tersebut. Setelah minum teh kami shalat dan kembali ke kampus menumpang mobil kawan.

Sesampai di rumah, aku mencoba mesharing di Wechat agar kawan-kawan yang tidak bisa hadir mengetahui tetang materi hari ini. Aku menggunakan bahasa mandarin yang pas-pasan, tapi yang paling penting adalah foto yang bisa menjelaskan dengan 1000 kata.

Untuk fotonya bisa dilihat di : https://onedrive.live.com/redir?resid=FD06ABA88D3C7E60!1241&authkey=!AK_uPFJMYPBV9EA&ithint=folder%2c.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s